DRAMA BAWANG MERAH DAN BAWANG PUTIH

Posted by Nency Hardini Minggu, 13 Januari 2013 0 komentar

Kami dari DRAKULA ingin mempersembahkan sebuah cerita “Bawang merah dan Bawang putih” dengan lakon :

narator
Bawang Merah
Bawang Putih
Bawang Bombay
Ibu Bawang Merah
Bapak Bawang Putih
Pangeran
Pengawal pangeran
Ibu bawang daun
Pengawal I
Pengawal 2
Pengawal 3
Peri
Penghulu
Cabe baik

Alkisah di sebuah desa yang bernama desa “BUMBU” tinggalah sebuah keluarga yang terdiri dari Ayah Bawang, Ibu bawang daun, dan seorang anak perempuan yang bernama Bawang putih.
Mereka adalah keluarga yang bahagia. Meski ayah bawang putih hanya pedagang biasa, namun mereka hidup rukun dan damai.

Ayah Bawang  
Bu , nak , Ayah pamit kerja ya. Hati – hati di rumah.
Ibu bawang daun
 iya Yah hati-hati di jalan. Nanti bawang putih mengantarkan makan siang untukmu ke pasar.
Bawang putih
semoga jualan ayah laku ya.

Ayah bawang pun pergi ke pasar untuk berjualan di toko besarnya.

Bawang putih
bu, bawang putih pergi ke sungai dulu ya bu. Asalamualaikum.
Ibu bawang daun
ya hati-hati ya nak.

Bawang putih pun pergi ke sungai untuk menyuci.
Di balik pohon bawang merah dan ibunya pun tersenyum jahat.

Ibu bawang merah
Ini saatnya kita menjalankan rencana.
Bawang merah
ya benar bu ! ayo cepat mumpung ibu bawang daun lagi sendiri tuh!
Ibu bawang merah
selamat pagi bu. Sendirian aja nih?
Ibu bawang daun
eh ibu  iya nih. Kenapa bu?
Bawang merah
ini bi, kami bawakan nasi kuning yang sangat enak!
Ibu bawang merah
iya bu. Habiskan ya, saya khusus membuatkannya untuk ibu.

Ibu bawang daun
Wah..... sepertinya enak sekali. Terima kasih ya. Saya pasti menghabiskannya. Ayo makan bersama~
Bawang merah
ah bi, kami sudah makan. Lebih baik bibi saja.
Ibu bawang merah
kita pulang dulu ya. Asalamualaikum.
Ibu bawang daun
walaikumsalam. Terima kasih ya.

Ibu bawang daun pun memakan makanan itu.

Ibu bawang merah
HAHAHAHAHA .....rasain kamu ! sebentar lagi suamimu akan menikahkanku ! dan seluruh hartanya akan menjadi milikku!
Bawang merah
rasain! Dan ini kesempatanku untuk menyikasa bawang putih!

Pada saat itu juga Ibu bawang daun mengalami sakit keras.
Tak lama kemudian bawang putih pun pulang setelah mencuci di sungai

Bawang putih
Ibu !!!! IBU !!! IBUUUUUUUUUUUUUUU!!! Bangun!!!
Ayah bawang
istriku !!! istriku !!!  bangguuun !!!

Ibu bawang putih
Ayah, nikahilah ibu bawang merah untuk bawang putih.

Akhirnya ibu bawang putih tertidur untuk selamanya dan ayah bawang putih akan segera menikahi ibu bawang merah

Hari itu pun tiba, saat-saat bahagia yang telah dinanti-nantikan oleh ibu bawang merah yaitu di nikahi oleh ayah bawang agar bisa menguasai hartanya

Ayah bawang
saya terima nikahnya Ibu bawang merah dengan mas kawin seperangkat bumbu dapur di bayar tunai.
Penghulu
bagaimana saksi ? sah??
Saksi
Saaaaaah.......alhamdulilah.

Matahari pun mulai menampakkan sinarnya, burung burung berkicauan menyambut indahnya pagi, terlihat keluarga bawang yang harmonis sedang berkumpul . .

Ibu bawang Merah
hey kau bawang merah, sapu sapu dong yang rajin kayak bawang putih. Sapu sampai bersih.
Bawang merah
ya!
Bawang putih
biar aku bantu ya..
Bawang merah
tidak usah!
Ibu bawang merah
sudah sudah, bawang putih sini nak. Kamu duduk bersama ibu dan ayah.
Ayah bawang
ah....aku harus pergi ke kota.
Ibu bawang merah
ah...minum teh dulu.

Ayah bawang pergi kekota untuk bedagang.

Bawang merah
udah! Ayo cepet kita ke sungai!
Bawang putih
untuk apa ?
Bawang merah
udah ayo antar aku !!

Ibu bawang
heh heh ! tuh masih ada yang kotor ! yang bener doong !!!!
Bawang merah
kalo nyapuu itu harus sampai bersih. (sambil terus menjatuhkan tisu tisu di lantai)
Bawang putih
bawang merah, hentikan. Lantai tak akan bersih jika kau terus mengotorinya seperti ini.
Ibu bawang
berani kau !! diam ! kerjakan yang benar!!
Bawang merah
dan jangan lupa cucikan semua bajuku ! nih !

Ibu bawang dan bawang merah pun pergi jalan – jalan ke pasar sedangkan bawang putih harus membereskan pekerjaan rumah.

Cabe baik
bawang putih-bawang putih kau tak kenapa – kenapa ?
Bawang putih
aku baik- baik saja. Ada apa cabe baik?
Cabe baik
ini aku mengantarkan undangan pesta panen dari pangeran. Pangeran mengundang semua warga di desa bumbu ini. Kau jangan lupa datang ya. Kalau bisa kau jangan beritahu bawang merah dan ibu bawang ! biar mereka tau rasa.
Bawang merah
apa kau bilang ?? berikan undangan itu padaku !!
Ibu bawang
hey bocah ingusan ! berani-beraninya kau !! pergi sana !!
Cabe baik
kalian memang benar -benar jahat..
Bawang putih
sudah cabe baik ayo kita pergi, antarkan aku ke sungai.

Bawang putih dan cabe baik pun akhirnya pergi ke sungai.


Ibu bawang
hanya kita berdua saja yang boleh datang ke pesta panen ini. Dan biarkan bawang putih sendirian disini !

Saat di sungai bawang putih dan cabe baik bertemu dengan bawang bombay, bawang bombay adalah teman baik bawang merah.

Bawang putih
apa kabar bawang bombay ?
Bawang bombay
tadinya baik. Kamu ada, aku jadi buruk !
Cabe baik
biasa aja deh ! bawang putih kan nanya baik – baik !
Bawang bombay
diem deh kamu ! heh bawang putih, itu baju milik ibu tirimu ya ?
Bawang putih
iya memangnya kenapa ?
Bawang Bombay
pinjam dong.
Bawang putih
untuk apa ?
Bawang bombay
untuk di hanyutkan. (menghanyutkan baju milik ibu bwang )
Cabe baik
hey kau !! apa salah bawang putih !!
Bawang putih
kenapa kau melakukannya ? cabe baik bantu aku mengejar baju hanyut itu.
Bawang Bombay
maaf ya bawang putih yang malang. Ini perintah dari bawang merah.

Bawang putih dan cabe baik pun terus mengejar baju yang hanyut itu tapi sayangnya baju itu sudah menghilang entah hanyut kemana.
(cabe mengantar bawang putih pulang ke rumah)
Cabe baik
kau pasti akan kena marah oleh ibu tiri mu.
Bawang putih
bagaimana ini, aduuh ibu akan sangat marah besar padaku.
Cabe baik
sudahlah lebih baik kita pulang dulu.

Bawang putih pun pulang ke rumah dan menceritakan kepada ibunya tentang baju yang hanyut itu.

Ibu bawang
DASAR ANAK CEROBOH !!
Bawang putih
maafkan saya bu !
Bawang merah
 maaf maaf ! cari baju itu sampai ketemu !!
Ibu bawang
heh ! jangan pulang sampai BAJU ITU DITEMUKAN !!

Dengan sedih bawang putih terus mencari baju itu sampai larut malam.

Bawang putih
bagaimana ini, sudah larut malah tapi baju itu belum di temukan.
Peri
tenanglah nak, aku akan membantumu~
Bawang putih
suara siapa itu ? siapa kau?
Peri
bawang putih. Aku adalah peri, aku akan membantumu untuk menemukan baju ibu tirimu.
Bawang putih
kau peri ? peri ? perii.. tolong bantu aku.
Peri
pergilah ke sebuah istana. Disanalah kau akan menemukan baju itu.


Bawang putih
istana pangeran yang akan mengadakan pesta panen itu ?
Peri
iya.
Bawang putih
terima kasih peri.

Beberapa saat kemudian peri dan bawang putih tiba di istana yang sangat megah itu
Bawang putih
peri, disinikah ? tapi bagaimana bisa ? aku dekil, pasti tidak di boleh kan untuk masuk.
Peri
cobalah masuk.
Pengawal
heh ! mana undangannya ? jika kau punya maka kau boleh masuk
Bawang putih
undangan apa ? aku tak punya undangan yang kalian maksud !
Pengawal
dasar gembel ! pergi kau !!
Bawang putih
peri bagaimana ini ? aku harus menemukan baju itu dimana ?
Peri
kemarilah.....pegang tanganku. Aku akan membuat pengawal – pengawal itu mengijinkan mu masuk.
1..2..3..4..5..


Bawang putih
bolehkah aku masuk?
Pengawal
tentu saja, silahkan.

Bawang putih pun masuk ke istana menuju belakang istana yang ditemani oleh peri


Di belakang istana, akhirnya bawang putih bisa mendapatkan baju yang hanyut itu.dan di dalam istana sudah ada bawang merah dan ibu bawang merah


Bawang putih
terimakasih peri. Kau sangat baik.
Peri
 ini sudah menjadi tugasku. Ini aku punya beberapa perhiasan untukmu. Pakailah. Jika ada oranglain yang memakainya, maka orang itu akan mendapatkan bahaya.
Bawang putih
terimakasih peri.

Bawang putihpun berjlan menuju gerbang istana untuk pulang. Pangeran melihat bawang putih yang berjalan terburU- buru menuju gerbang.

Pangeran
kau !! kau !! kau bawang putih ??
Bawang putih
pangeran?
Pangeran
tunggu! Apa yang sedang kau lakukan ?
Bawang putih
maaf pangeran. Tadi aku mengambil baju ibu tiriku yang hanyut di aliran sungai belakang istana ini.
Ibu bawang
bawang putih? Kenapa kau ada di sini ? seharusnya kau membersihkan rumah!
Bawang merah
dasar kau ! malah keluyuran !
Bawang putih
maafkan aku. Aku akan segera pulang bu.
Pangeran
apa jadi benar bwang putih adalah saudara kalian. Kenapa kalian memperlakukannya seperti itu?
Bawang bombay
tidak pangeran! Sungguh dia adalah pesuruh di rumah bawang merah.
Bawang merah
yang dikatakan bawang bombay benar! Lihatlah pangeran! Bawang putih mencuri kotak perhiasanku, berikan !!


Bawang putih
jangan bawang merah , jangan !
Ibu bawang
dasar kau ! anak tak punya malu !!
Bawang merah
lihat pangeran, perhiasan ini lebih cocok dipakai olehku dan ibu ku.
Ibu bawang
nih karna aku baik hati aku berikan satu perhiasan untukmu bawang bombay !
Bawang Bombay
oh...terimakasih.

Bawang merah, ibu bawang, dan bawang bombay pun memakai perhiasan itu.

Bawang merah
ah tidak ! kenapa kulitku gatal gatal begini perih pula !! ada apa ini.
Ibu bawang
kulitku gatal sekali !!
Bawang bombay
aah...... kulitku..
Pangeran
kalian pasti selalu jahat pada bawang putih. Dan itu ganjaran untuk kalian. Sekarang cepat minta maaf pada bawang putih !!
Pangeran
sungguh aku tak menyangka, kalian akan sejahat itu pada bawang putih.
Bawang merah
bawang putih ! aku mohon maafkan aku. Maaf karna sikapku selalu jahat padamu. Sungguh aku minta maaf.
Ibu bawang
 maafkan ibu nak, ibu sudah berprilaku kasar padamu. Maafkan ibu.

Bawang bombay
maafkan aku, aku sudah menjadi teman yang sangat jahat padamu.
Bawang putih
sudahlah. Aku sudah memaafkan kalian. Aku yakin kalian bisa berubah.
Ibu bawang dan b
Awang merah
terimakasih bawang putih. Kau memang sangat baik.
Pangeran
sekarang, maukah kalian menjadi sahabatku? Ibu bawang , bwang merah, dan bwang putih. Tinggalah di istanaku ini. Aku ingin kalian menjadi bagian dari keluargaku.

Akhirnya ibu bawang dan bwang putih
; pun bertaubat dan pangeran mengajak bawang putih dan keluarganya untuk tinggal di istananya yang megah. Kini bawang putih hidup rukun dengan bawang merah dan hidup bahagia.

Drama yang berjidul Bawang merah dan bawang putih yang telah diperankan oleh DRAKULA
Dengan lakon yaitu:
Narrator   : Nency Hardini
Bawang Merah  : Yogi Kusuma
Bawang Putih  : Deni Setiawan
 Bawang Bombay   : Arif Widi Hartanto
Ibu Bawang Merah   : Safitri Laksanawati
Bapak Bawang Putih   : Joko Adi Setiawan
Pangeran   : Wigatining Nur Hidayah
Pengawal pangeran  : Priyo Dwi Harsono
Ibu Bawang Daun   : Fitriani
Pengawal I  : Yopi Satriawan
Pengawal 2  : Adam Ari Handokoe
Pengawal 3  : Arif Deni Budiargo
 Peri   : Fitroh Al-Iman
Penghulu   : Nugroho Budi H
Cabe Baik   : Endri Agus


PESAN MORAL
“Kejahatan tidak bisa mengalahkan kebaikan, dan manusia memang mahluk paling sempurna di muka bumi, namun karna kesempurnaan itu kadang mereka lalai pada apa yang membuat mereka menjadi sempurna”.




^,^ THE END ^,^


Oleh : Mahasiswa A2-2010,  Universitas PGRI  Yogyakarta
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: DRAMA BAWANG MERAH DAN BAWANG PUTIH
Ditulis oleh Nency Hardini
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://nencyhardini4.blogspot.com/2013/01/drama-bawang-merah-dan-bawang-putih.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Poskan Komentar

Popular Posts

Trik SEO Terbaru support Online Shop Baju Wanita - Original design by Bamz | Copyright of SAHABAT PENA.